Selasa, 08 September 2015

Pasar Palsigunung; Tak Sekedar Pasar

Di tema ketiga #30HariKotakuBercerita yaitu Pasar. Gue akan membahas Pasar Palsigunung Depok. Kenapa? Karna buat gue Pasar Palsigunung atau yang lebih eksis disebut Pasar Pal ini punya banyak kenangan.

Pasar Pal yang terletak di kecamatan Cimanggis ini merupakan salah satu pasar tradisional di Depok. Letaknya menurut gue strategis, berada di antara Jalan Raya Bogor. Gue sebenarnya kurang paham bagaimana sejarah Pasar Pal ini. Tapi, yang jelas Pasar Pal udah ada dari gue masih duduk di bangku sekolah dasar.



Karena letaknya yang gak jauh dari SD gue, jadilah Pasar Pal ini salah satu tempat favorite yang gue dan nyokap kunjungi sepulang gue sekolah. Iya emang, dulu sebelum Mall berjamur di Depok, gue sering banget mampir ke pasar tradisional. Sekarang? Gue bahkan lupa kapan terakhir kali ke pasar tradisional.

Pasar Pal ini lengkap banget. Kalian mau cari apa? Pakaian? Ada. Sayuran? Ada. Daging? Ada. Buah? Banyak. Alat-alat rumah tangga? Ada juga. Toko perhiasan? Banyak. Toko alat tulis? Ada. Mini market? Ada juga. Makanan? Duh, jangan ditanya. Di Pasar Pal ini banyak banget tempat jajan favorite gue, dari SD sampai sekarang. Dari Bakso Sabar yang lokasinya dipinggir kali eh sungai, jadi kalau kalian nengok bisa bikin gemeteran (gue sih gitu), kue pukis dan kue mahkota di depan Toko Serbaguna Susan yang rasanya gak berubah dari gue masih SD sampe terakhir gue beli (hm, sekitar 3 tahun lalu sih kayaknya) sampe keripik singkong yang rasa asinnya pas, semuanya ada di Pasar Pal.

Selain karena makanannya, gue sewaktu SD suka banget ke Pasar Pal karena dari sana gue bisa naik delman. Sebelum Depok dipenuhi motor dan mobil seperti sekarang, delman adalah salah satu kendaraan bagi kita dari Pasar Pal. Naik delman dari Pasar Pal ke rumah yang terletak di Komplek Timah bisa sekitar 15-20 menit. Dan itu pengalaman yang sampai sekarang gak bisa gue lupain. Sayangnya, delman-delman itu harus tergusur oleh kendaraan-kendaraan yang ganas.

Pasar Pal sendiri pernah ingin digusur. Tapi kemudian batal dan masih ada sampai sekarang. Pedagang di sana juga semakin banyak. Dibanding dulu, Pasar Pal sekarang juga lebih tersusun rapih sesuai jenis barang yang dijual. Hanya saja, untuk menuju ke sana sekarang lebih ruwet karena semakin banyaknya kendaraan. Melihat perbedaan Pasar Pal sekarang dan 17 tahun yang lalu itu seakan mengingatkan gue, kalau ternyata gue udah tua! Hahahahaha XD

Walau udah jarang banget ke sana, semoga Pasar Pal akan terus menjadi lebih baik. Semoga para pedagang di sana juga bisa tetap bertahan dan tak tergusur oleh pasar-pasar modern yang kita sebut Mall itu. Juga mereka mendapatkan rezeki yang semakin berlimpah.

0 komentar:

Posting Komentar

 

cinderlila's diary Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template