Kamis, 01 Oktober 2020

Day 18; Thirty Facts about Myself

0 komentar
Bismillahirahmanirahim... tema kedelapanbelas #30DaysWritingChallenge ini gak tau kenapa jadi mirip ujian softskill waktu kuliah dulu, karena harus menjelaskan fakta-fakta tentang diri sendiri. Banyak banget lagi tigapuluh, ada yang mau baca apa ini? Yaudah lah yaaa, bismillah...

1. Faktanya saya lebih suka dipanggil Qifthi dibanding Lila, tapi karena bagi beberapa orang mengeja Qifthi itu susah jadi yaudah Lila juga oke kok asal jangan Nur ya.

2. Saya si sulung yang kadang sangat keras kepala terutama dengan keputusan-keputusan yang saya ambil, pokoknya keputusan saya benar, kalau salah akan ada kalimat pamungkas saya yang keluar yaitu "ya tapi kan..." sebelum akhirnya "iya, yaudah saya salah."

3. Seorang INFP-T meski bagi beberapa orang saya terlihat seperti Extrovert. Sebelum saya menulis ini, saya mencoba mengikuti lagi test di 16personalities, yang menghasilkan presentasi Introvert saya meningkat menjadi 71% dibanding satu tahun lalu yaitu 69% dan bahkan 4 tahun lalu hanya 51%. 

4. Suka nulis hal-hal random dari SMP, dulu sebelum punya diary online, saya punya banyak buku diary.

5. Bekerja sebagai Finance Accounting bukan keinginan saya, tapi karena sudah terlanjur nyemplung jadi yaudah belajar renang deh sekalian.

6. Saya lebih suka solo traveling dibanding group, kecuali kalau lagi bawa group tour saya.

7. Saya lebih suka winter dibanding summer. 

8. Saya gak bisa mengendarai kendaraan selain sepeda.

9. Mata saya minus tapi saya akan selalu melihat keberadaan cicak meski gak pakai kacamata. 

10. Sebelum PSBB di pertengahan bulan Maret, saya gak bisa masak, goreng telur aja saya takut.

11. Di satu waktu, saya bisa jadi manusia yang super gigih dan bersemangat. Di waktu lainnya, saya bisa jadi manusia insecure dan pesimis.

12. Saya cenderung mengamati pada pertemuan pertama. Jadi, jangan heran kalau saya gak banyak bicara. 

13. Saya suka banget sama makanan pedas, permen yang asam dan kopi yang agak pahit.

14. Saya punya satu adik berwujud manusia, dan delapan adik berwujud kucing.

15. Saya benci banget sama orang yang selingkuh, kamu selingkuh? Jangan harap bisa kenal saya lagi.

16. Fakta keenambelas, saya lahir di tanggal enambelas.

17. Makan adalah my middle name. Saya makan di segala suasana hati. Gak ada tuh yang namanya gak nafsu makan karena lagi galau, sedih, capek. 

18. Cerita yang saya tulis di blog, kebanyakan dari cerita nyata yang saya adaptasi. Tapi gak semuanya dari cerita pribadi saya :")

19.  Saya gak suka menyetrika pakaian, tolong nanti kalau kamu jadi partner hidup saya, saya bagian mencuci baju aja ya? :D

20.  Dalam satu weekend, saya bisa membaca 2-3 judul buku atau menghabiskan 1-2 drama atau memasak berbagai macam makanan atau menerima puluhan loyang orderan brownies atau gowes berpuluh-puluh kilometer atau sama sekali gak melakukan apapun dan rebahan sepanjang hari.

21. Kalau saya mutar lagu Tulus sepanjang hari, berarti saya lagi butuh disemangatin.

22. Jangan kaget kalau dengar saya bersin sampai puluhan kali dalam satu waktu ya :)))

23. Saya pernah dikejar anjing sampai bikin saya masuk ke rumah orang yang gak saya kenal tanpa permisi, tapi anjingnya tetap ngikutin saya, ternyata saya masuk ke rumah si pemilik anjing tersebut.

24. Kamu belum bikin saya marah kalau belum saya diemin, acuhin dan saya anggap gak ada.

25. Tidur saya berisik, terutama kalau suasana hati saya lagi gak baik. Jangan kaget kalau tiba-tiba saya ngomong atau bahkan nangis saat tidur. :)))

26. Saya bisa menahan perasaan suka saya sama orang selama tiga tahun, tapi saya gak bisa menahan perasaan ingin ke toilet meski cuma sepuluh menit.

27. Kalau saya bilang "Jangan ngebut-ngebut ya." Saat kamu lagi boncengin saya naik motor, please maksud saya itu di bawah 40km/jam. Saya takut, tau.

28. "Yang ngobrolnya nyambung sama saya." selalu jadi satu-satunya jawaban setiap saya ditanya "Kamu tuh nyari pasangan yang gimana sih?"

29. Ini tema tersulit di #30DaysWritingChallenge buat saya, saya menyelesaikan tulisan ini sembari kerja dari jam sembilan pagi sampai akhirnya selesai di jam setengah enam sore.

30. Saya lagi suka menyebutkan nama kamu di doa saya.

Huaaaaa... Akhirnya bisa juga saya nulis 30 fakta tentang diri saya, meski baru bisa selesai di sore hari gini. Semoga ada yang baca ya.

Rabu, 30 September 2020

Day 17; Ways to Win My Heart

0 komentar

Hari ketujuhbelas #30DaysWritingChallenge, ternyata saya sudah melalui setengah dari Challenge ini tanpa absen. Tema hari ini adalah “Ways to Win My Heart” duh sesungguhnya saya malas sekali dengan tema ini. 

Kayaknya tulisan ini akan jadi tulisan tersingkat saya, gak tau saya gak bisa basa-basi tentang tema ini. Udah ya langsung aja sini saya kasih tau kamu, meski saya gak tau nih apakah ada seseorang yang memakai kisi-kisi ini untuk memenangkan hati saya, tapi yaudah lah ya karena kebetulan ini juga temanya. 

Kelak kalau kamu memang ingin memenangkan hati saya, kamu gak perlu membelikan saya barang-barang sebagai hadiah ataupun memberikan saya kejutan-kejutan romantis, kamu juga gak perlu 24/7 ada dan selalu bersama saya, kamu bebas menikmati waktumu bersama hobi atau teman-temanmu. 

Cukup pastikan kamu adalah orang pertama yang mengulurkan tangan untuk saya, saat saya kembali berada pada titik terbawah saya. Kamu adalah orang pertama yang memeluk saya, saat sedih tiba-tiba menyirnakan ceria saya. Kamu adalah orang yang akan selalu mengapresiasi sekecil apapun hal yang saya lakukan. Dan kamu adalah orang yang akan selalu menyempatkan waktumu untuk mendengarkan cerita dan pikiran-pikiran random saya.

Sudah, sesederhana itu. Kamu auto dapat “medali emas” dari saya. Hehe

Selasa, 29 September 2020

Day 16; Someone I Miss

0 komentar

Pukul satu dini hari, aku sudah berusaha memejamkan mata dari pukul sepuluh, namun kantuk tak jua datang dan membiarkan pikiran-pikiranku semakin ramai dan membuat hatiku kian gusar. 

Sesungguhnya aku sudah sangat letih hari ini, sepulangnya dari kantor aku hanya ingin tidur, membiarkan otakku beristirahat setelah dipakai bekerja di akhir pekan. Namun sudah tiga jam aku berusaha memerintahkan seluruh tubuhku untuk beristirahat, tak mereka turuti. Otak dan hatiku lagi-lagi sepertinya sedang melakukan diskusi yang akan selalu berakhir tanpa kesepakatan. Mereka rasanya selalu berjalan sendiri-sendiri. Aku bahkan seperti sudah tidak memiliki kendali atas mereka yang seringkali ribut sendiri.

Entah sudah berapa kali aku membuka tutup aplikasi di handphoneku. Tak ada yang menarik, namun berkali-kali aku ulangi. Sampai kemudian aku membuka satu media sosial yang sudah lama sekali tidak aku gunakan, seketika aku terdiam, membaca satu nama yang sudah lama sekali aku hindari dari berbagai bentuk komunikasi, di bawah namanya tertulis pesan yang begitu membuat hatiku sesak.

Raka                         Yesterday 

Aku kangen kamu      20

Ragu-ragu aku buka pesan darinya. Hatiku semakin sesak mendapati pesan yang sama ia kirimkan berkali-kali sejak beberapa waktu lalu, waktu yang sama saat aku akhirnya memutuskan untuk tak lagi berusaha lebih atas hubungan kita. Waktu yang sama saat aku akhirnya memberanikan diri untuk menghapus "kita" dari memoriku. 

Kamu tau Ka, andai pesan pertamamu kuterima lebih cepat, mungkin sudah dengan cepat kubalas "Aku juga kangen kamu." Mungkin, sudah kubanjiri notifikasimu dengan pesan-pesan bahagia dariku untukmu seperti yang selalu aku lakukan, dulu. Mungkin, "kita" masih kubiarkan tinggal di memoriku. 

Namun mungkin, jika pesan pertamamu kuterima lebih cepat, kamu tidak akan pernah merasakan bagaimana pedihnya diabaikan saat kamu benar-benar merindukan. 

Ka, terima kasih sudah membiarkan aku mengetahui aku tak merindu seorang diri. Tapi, Ka, rinduku sudah terbiasa tanpamu. Semoga rindumu pun segera terbiasa tanpaku.

Ku putuskan untuk membatalkan pesan yang telah kutulis untuknya. Bukan karena aku tak menghiraukannya tapi aku paham betul bahwa menurutnya “hilang” lebih dapat membuatnya tenang.

Ditulis untuk #30DaysWritingChallenge hari keenam belas, dengan tema Someone I Miss.

Senin, 28 September 2020

Day 15; If I Could Run Away

0 komentar

Kita beneran gak bisa ya? Kita pindah aja ke tempat yang gak ada yang kenal kamu sama aku. 

Berkali-kali aku dengarkan voice note dengan suara lirih yang membuat hatiku perih mendengarnya. Aku tidak tau harus membalas apa. Aku tidak dapat menjawabnya dengan “iya” karena keadaannya sungguh benar-benar tidak berpihak pada kami. Aku pun tak mampu menjawab “tidak” karena jauh di dalam hatiku, mungkin aku lah yang begitu menginginkan kehadirannya di hidupku. Rasanya semua jawaban yang kuberikan akan tetap melukainya. 

Aku memilih mematikan handphone pribadiku. Mungkin ia akan mampu membenciku jika aku mengabaikannya. Mungkin ia akan melupakanku jika ia membenciku. 

Aku mengaktifkan kembali handphone pribadiku, setelah berminggu-minggu aku mengabaikannya. Berharap ia menyerah, namun ternyata ia masih seperti pertama kali aku kenal; Risa, perempuan yang begitu gigih. Begitu banyak pesan dan voice note darinya.

           Aku bingung harus bagaimana sama kamu, Sa. 

Ku kirim pesan singkat untuknya yang langsung ia balas dengan cepat.

Risa

Gak apa. Gak usah dipikirin. Aku cuma mau kasih tau semua yang perlu kamu tau.

            Me

            Maafin aku ya, Sa. 

Belum selesai aku menuliskan pesanku untuknya, pesan darinya sudah kembali ia kirimkan.

Risa

Makasih ya, Ka. 

Yang ternyata menjadi pesan terakhir darinya untukku. Berminggu-minggu setelahnya, tak ada lagi pesan darinya bahkan meski hanya sekedar sapaan. Seharusnya aku berbahagia karena mungkin ia sudah bisa melupakan semua tentangku dan kita, namun nyatanya hatiku begitu sakit mengetahui bahwa aku telah kehilangannya. Kubaca pesan terakhir yang seharusnya aku kirimkan untuknya, 

Sa, jika ada tempat untukku melarikan diri dari semua kekacauan hidupku, hatimu adalah tujuanku. Tapi, Sa, aku tau diri bahwa bukan aku yang pantas untuk berada di hatimu.


Ditulis untuk tema hari kelimabelas #30DaysWritingChallenge; If You Could Run Away, Where Would You Go?

Minggu, 27 September 2020

Day 14; Describe My Style?

0 komentar

Tema keempat belas #30DaysWritingChallenge adalah "Describe Your Style". Tema yang sebenarnya kurang saya suka sampai bikin saya belum juga menerbitkan tulisan untuk hari ini meski sudah sesiang ini, selain susah untuk saya bikin jadi cerita, saya juga gak tau harus cerita tentang style apa? Style penampilan saya? Style menulis saya? Style apa?

Kalaupun style yang dimaksud adalah gaya saya berpenampilan, apa yang spesial dari penampilan saya? Gak ada :))))) Saya cuma cewek yang menyukai celana dibanding rok, kaos atau kemeja dibanding dress, sepatu casual dibanding heels, jilbab segiempat dibanding pashmina, tas ransel dibanding shoulder bag, dan tentu dengan makeup seadanya di usia saya yang sudah di penghujung duapuluh iniuntuk yang terakhir ya faktor karena saya gak bisa makeup juga sih. 

Dan dengan penampilan saya yang seadanya itu, saya pernah dapat ucapan gak enak didengar, katanya "Gimana mau dapat jodoh kalau penampilannya masih kayak gitu? Masih suka pakai celana jeans, kaos dan tas ransel. Kayak anak SMP." Waktu pertama kali dengar, saya kesal banget, bukan karena perkara celana jeans, kaos dan tas ransel yang saya gunakan tapi yang lebih bikin saya mirip anak SMP itu adalah tinggi badan saya yang dikasih Tuhan cuma segini-gininya. Saya juga mau tau tinggi tapi apa daya gak bisa, segala usaha buat tinggi dari renang, skipping, minum susu sampai obat peninggi udah tapi tetap aja seada-adanya. Tuh kan saya malah ngomongin tinggi badan. :(((

Kalau dipikir-pikir, style atau gaya berpenampilan saya jauh lebih sederhana dibanding jalan pikiran saya yang kadang super ruwet sendiri ini. 

 

cinderlila's diary Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template